Antara Black Campaign dan Negative Campaign
Seiring dengan perkembangan teknologi, jika
awalnya kampanye hitam dilakukan melalui metode desas-desus atau dari mulut ke
mulut, saat ini kini telah dikembangkan melalui kecanggihan teknologi dan
multimedia, seperti media internet melalui forum komunitas, weblog, email
banking, dan dewasa ini bahkan sudah mulai merambah situs pertemanan facebook.
Di Sulsel, Black campaign mulai popular sejak
Pilkada Gubernur Sulsel. Saat itu isu negative menyerang Syahrul Yasin Limpo
dan Amin Syam. Lalu public menjadi terbiasa dalam ketidak mengertiannya
menyebut segala bentuk serangan (attacking) itu adalah black campaign. Padahal
tidak semua attacking itu selalu berupa black campaign, tetapi bisa jadi itu
hanya sebuah negative campaign. Black campaign dan negative campaign memiliki kesamaan dimana sama-sama
berpotensi menurunkan citra kandidat. Tetapi sebetulnya, ada subtansi yang
membedakan kedua kampanye ini.
Black Campaign adalah pernyataan yang tidak
berdasarkan fakta, sehingga menjadi fitnah. Kampanye ini adalah kampanye
terkutuk, sebuah tindakan yang tidak hanya berpotensi menurunkan citra kandidat
atau memecah belah masyarakat, tapi juga menumbuhkan rasa kebencian dan
permusuhan. Begitu juga jika ditinjau dari perspektif agama, fitnah adalah
perbuatan yang dilaknat. Black campaign adalah racun politik yang berbahaya
bagi masyarakat.
Sebagai contoh Black Campaign adalah ketika
Pilgub Sulsel lalu, kandidat Syahrul Yasin Limpo diisukan sebagai pengguna
narkoba, padahal informasi itu tidak didukung dengan fakta yang kuat. Namun perlu juga dikaji dengan baik setiap isu black
campaign karena terkadang si penebar isu sengaja menjelek-jelekkan muatan
kampanyenya sendiri dengan mengatasnamakan pesaingnya namun dengan penjelasan
yang sangat tidak jelas dan tidak masuk diakal, sehingga masyarakat menjadi
simpati pada kandidat yang diserang dengan isu palsu. Hal ini dapat dipahami
karena sebagian pemilih di Indonesia pemilih melodramatic, dimana public
cenderung bersimpati pada pihak teraniaya.
Negative campaign adalah mendiskreditkan salah
seorang kandidat berdasarkan fakta. Kampanye ini bersifat perlindungan konsumen
(pemilih), karena melalui negative campaign masyarakat bisa mengetahui rekam
jejak para kandidat yang akan dipilihnya nanti.
Pemilih tidak lagi selalu disuguhi informasi yang hanya mendewa-dewakan kandidat saja, tetapi mereka berhak mengetahui informasi negative kandidat ini. Dan tentunya mustahil apabila kandidat mau mengumbar sisi kelemahannya sendiri. Sebagai contoh negative campaign adalah kandidat calon wakil presiden Amerika Serikat Sarah Palin yang terus menerus menjadi bulan-bulanan media mengenai kehamilan puterinya di luar nikah. Sarah Palin tidak memiliki kekuatan untuk mempidanakan si penebar isu karena memang informasi itu didukung dengan fakta yang kuat.
Pemilih tidak lagi selalu disuguhi informasi yang hanya mendewa-dewakan kandidat saja, tetapi mereka berhak mengetahui informasi negative kandidat ini. Dan tentunya mustahil apabila kandidat mau mengumbar sisi kelemahannya sendiri. Sebagai contoh negative campaign adalah kandidat calon wakil presiden Amerika Serikat Sarah Palin yang terus menerus menjadi bulan-bulanan media mengenai kehamilan puterinya di luar nikah. Sarah Palin tidak memiliki kekuatan untuk mempidanakan si penebar isu karena memang informasi itu didukung dengan fakta yang kuat.
Selama ini, masyarakat menganggap bahwa kampanye
yang sifatnya menyerang selalu dianggap tidak beretika, padahal negative
campaign adalah sebuah pembelajaran politik modern tentang bagaimana
mengungkapkan fakta sesungguhnya, meskipun ada kandidat yang harus
terdiskreditkan. Namun, jangan sampai etika menjadi perlindungan kebobrokan
kandidat. Menariknya, pemberitaan yang
bersifat black campaign atau negative campaign selalu menarik perhatian public,
media lalu mengkapitalisasi dalam bentuk berita atau diskusi sehingga media menjadi
ring untuk saling menyerang dan saling membantah antara kandidat beserta tim
suksesnya. Pertarungan di media menjadi lebih panas dibandingkan
kampanye di lapangan terbuka, dan lebih seru dari pertarungan smackdown.
Pembahasan tentang politik sedikit demi sedikit mulai menggeser rating
infotaiment. Indonesia sebagai
Negara dengan iklim berdemokrasi yang baru mulai berkembang, kampanye bersifat
attacking akan sangat sulit dihindarkan karena memang belum ada aturan main
yang mengatur secara spesifik tentang black campaign dan negative campaign.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar