"Seperti Pohon Pisang yang tak akan mati sebelum berbuah"
Saya bicara dengan mereka ( hati dan akal ), saya hampir sepakat bahwa hidup ini harus berkarakter. Saya jumpai beberapa karakter, saya hampir sepakat dengan karakter si Pohon Pisang. Saya belajar mengenal si Pohon Pisang. Ia hampir hebat, saya tertarik untuk mentransformasikan si Pohon Pisang ke dalam diri saya. Memang tidak mudah, karena pohon pisang adalah dirinya, sedangkan saya adalah diri saya.
Saat saya belajar mengenal pohon pisang, saya mengamati bahwa dalam hidupnya yang normal ia tidak akan mati sebelum berbuah. Suatu hal yang menarik tentunya. Sebuah perjuangan yang hebat, yang ia sendiri tak mau mati tanpa meninggalkan jejak apa-apa, yang orang lain akan mengingat akan si Pohon Pisang selama hidupnya.
Hari ini sudah banyak orang seperti si Pohon Pisang. Yang selama hidupnya telah menghasilkan suatu pemikiran, perubahan, dan lain sebagainya. Ada dua hal, yakni antara menghasilkan yang pahit atau yang manis. Kita memang bukan si Pohon Pisang, dan tidak akan menjadi si Pohon Pisang. Akan tetapi kita masih bisa menjadi seperti si Pohon Pisang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar